SMA PGRI 1 TAMAN Kini Menambah Kegiatan Life Skill & Ekskul

TSM (Teknik Sepeda Motor) ini adalah life skill yang sudah berjalan satu tahun ini (2015) di SMA PGRI 1 Taman, Life Skill ini bertujuan agar siswanya mempunyai bekal keterampilan kedepan. Dengan adanya life skill TSM tersebut, harapannya lulusan SMA yang tidak dapat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi bisa masuk ke dunia kerja (PT) ataupun bisa membuka usaha sendiri dengan bekal tersebut.

Menjahit merupakan juga Life skill yang harus dan wajib bagi siswa putri khususnya, dengan bekal keterampilan tersebut, harapannya siswa yang tidak dapat melanjutkan bisa membuka usaha sendiri. Bisa juga sebagai bekal untuk bekerja di perusahaan-perusahaan Garment di Indonesia.

Ketrampilan Komputer merupakan kegiatan ekskul wajib siswa dari kelas X, XI, XII karena di era sekarang semakin berkembangnya teknologi, harapannya siswa tidak GAPTEK dalam bidang ini. Apalagi dalam melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi ataupun dunia usaha, ketrampilan ini sangat dibutuhkan. Maka dari itu Kepala Sekolah (Drs. H. Maknun Andriansah, M.A) mewajibkan siswa-siswinya wajib mengikuti kegiatan ekstrakulikuler Komputer.

PPDB TAHUN PELAJARAN 2012-2013

Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB)

SMA PGRI 1 TAMAN PEMALANG

Tahun Pelajaran 2012/2013

WAKTU PENDAFTARAN :

Pendaftaran dimulai            :  26 Juni – 19 Juli  2012

Tempat pendaftaran            :   SMA PGRI 1 TAMAN PEMALANG

                                                         Jl.Dr.Wahidin Sudirohusodo Taman

                                                          Telp. (0284) 323259 Pemalang     

Waktu pendaftaran              :   Senin – Sabtu Pukul 08.00 – 13.00 WIB.

                                             Jum’at 08.00 – 11.00 WIB.

SYARAT PENDAFTARAN :

1. Calon Peserta didik baru menyerahkan :

    1.1. Nilai SKHU /STL asli SLTP/MTs

    1.2. Menyerahkan foto copy ijazah SLTP/MTs yang telah dilegalisasi

            bagi lulusan sebelum tahun 2012

    1.3. Pas foto ukuran 3 x 4 sebanyak 2 lembar.

    1.4. Membayar Uang Pendaftaran

    1.5. Bagi peserta didik yang memiliki bakat khusus melampirkan piagam.

    1.6. Semua syarat di atas dimasukan stopmaf dengan ketentuan :

a.   Putra warna Merah

b.   Putri warna Biru

2. Usia pada tanggal  16 Juli  2012 tidak lebih dari 21 tahun.

3. Calon Peserta Didik membawa pensil 2B dan penghapus.

4. Calon Peserta Didik tidak gondrong dan tidak bertato dan bertindik bagi laki-laki.

CARA PENDAFTARAN :

1. Calon  Peserta Didik    datang    sendiri  ke  tempat  pendaftaran   dengan   berpakaian OSIS SLTP rapi dan bersepatu       (membawa pensil 2B dan penghapus).

2. Calon Peserta Didik mengisi formulir Lembar Pendaftaran yang telah disediakan.

3. Calon  Peserta Didik  menyerahkan  formulir  yang  telah  diisi dengan diarsir dan dilampiri syarat-syarat yang  telah ditentukan.

Sejarah SMA PGRI 1 Taman Pemalang

SMA PGRI 1 Pemalang adalah lembaga pendidikan di bawah yayasan yang bernama Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia (YPLP-PGRI) perwakilan cabang. SMA PGRI Pemalang  secara khusus berdiri sebagai salah satu hasil keputusan rapat kerja PGRI anak cabang Pemalang dengan bapak Suroto sebagai ketua, bapak Marsaid (alm) sebagai sekretaris merangkap kepala SD Kebondalem 03 Pemalang dan pihak SMEA Negeri Pemalang.

Gagasan semula yang akan didirikan adalah SMP PGRI tetapi karena pada waktu itu sekolah lanjutan pertama dianggap sudah cukup, maka diambil keputusan untuk mendirikan SMA PGRI dan STM PGRI dengan peritmbangan untuk menampung arus lulusan SMP yang semakin membludak. Di lain pihak jumlah SMA sangat terbatas, dan belum ada STM Rekayasa. Waktu itu hanya ada satu STM yaitu STM Petarukan di Kecamatan Petarukan.Kabupaten Pemalang.

Pada mulanya, SMA PGRI 1 Pemalang berdiri hampir bersamaan dengan berdirinya STM PGRI. Keduanya mulai menerima siswa baru pada tahun ajaran 1981 / 1982. SMA PGRI menerima tiga kelas sedangkan STM PGRI menerima satu kelas. Pelaksanaan belajar mengajar berlangsung pada sore hari, karena lokasi masih meminjam pada SMEA Negeri Pemalang. Namun demikian setelah berjalan selama satu semester, SMA PGRI mendapat izin untuk terus dibuka tetapi STM PGRI tidak diizinkan. Alasan itu muncul karena sarana dan alat-alat praktiknya tidak memenuhi syarat sebagai sekolah kejuruan yang 60% berupa praktik dan 40% teori tapi dalam kenyataannya yang terjadi adalah sebaliknya yakni 60% teori dan 40% praktik sehingga akhirnya STM PGRI kurang diminati oleh masyarakat

Dalam proses perkembangannya pada tahun 1985, status SMA PGRI menjadi Diakui dengan SK No. 001/C/Kep/I/86 tanggal 6 Januari 1986. Lokasi belajar mulai terpisah menjadi dua yaitu untuk kelas satu dan dua masih meminjam SMEA Negeri Pemalang sedangkan kelas tiga menempati lokasi baru di jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo Taman, Pemalang. Pada tahun ajaran 1989/1990 meskipun status Diakui akreditasinya belum habis, tetapi berkat perjuangan guru-guru dan yayasan akhirnya status SMA PGRI Pemalang naik menjadi Disamakan dengan SK Dirjen Dikdasmen Nomor 009/C/Kep/1990 tertanggal 20 Januari 1990 dan sepenuhnya menempati gedung sendiri di jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo sampai dengan sekarang.

Adapun periodisasi Kepala Sekolah SMA PGRI 1 Pemalang adalah :

  • Siswadi ( 1981 -1983 )
  • Mulyono, B.A. ( 1983 – 1984 )
  • Suwito, B.A. ( 1984 – 1993 )
  • Sugiarto, B.A. ( 1993 – 1999 )
  • Sukisno Heru Yuwono, B.A. ( 1999 – 2002 )
  • Drs. Fathurohman ( 2002 – 2010 )
  • Drs. H. Maknun Andriansah (2010 – sekarang)
  1. Periode  Siswadi dan Mulyono, B.A.

Pinjam Sekolah Lain

Pada masa kepemimpinan dua orang kepala sekolah ini, SMA PGRI 1 Pemalang cukup baik membuat kerangka dasar bagi perkembangan sekolah pada masa-masa kepemimpinan berikutnya. Tercatat sebanyak tiga kelas berhasil direkrut pada awal pendaftaran siswa baru. Meskipun masih menempati sekolah lain, yakni SMEA Negeri Pemalang namun tidak mengurangi minat masyarakat untuk menyekolahkan anak-anak mereka di SMA PGRI 1 Pemalang. Sebagai sekolah yang bernaung di bawajh Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan PGRI, segenap komponen sekolah senantiasa berupaya memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya terhadap

Pada tahun ajaran 1983/1984 SMA PGRI 1 Pemalang untuk pertama kalinya meluluskan siswa kelas tiga dari jurusan IPA maupun IPS. Proses awal kelulusan ini membuka lembaran baru bagi sejarah perkembangan sekolah, sehingga dalam kurun waktu yang relatif singkat pihak sekolah dapat membeli lahan untuk pendirian gedung sekolah yang akan dibangun dari dana yang disalurkan oleh masyarakat kepada sekolah. Lahan yang dibeli oleh pihak sekolah terletak di wilayah perbatasan antara desa Banjardawa dengan desa Kaligelang, yang terletak di jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo Taman Pemalang.

Dalam waktu yang tidak terlalu lama pihak manejemen sekolah berhasil membangun gedung SMA PGRI 1 Pemalang, meskipun dengan cara mencicil kepada pihak ke tiga. Mulai tahun ajaran 1985/1986 siswa-siswa SMA PGRI 1 Pemalang telah menempati gedung sekolah yang baru yang terletak di wilayah Kecamatan Taman atau tepatnya di jalan Dr. Wahidin Sudirohuodo Taman Pemalang.

2.  Periode  Suwito, B.A.

Pindah Lokasi Sekolah

Pada masa kepemimpinan periode Suwito, B.A., kegiatan belajar mengajar SMA PGRI 1 Pemalang telah berpindah sepenuhnya di jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo Taman Pemalang. Setelah status Diakui meningkat menjadi Disamakan, akselerasi perkembangan sekolah menjadi sangat pesat. Seiring dengan peningkatan status sekolah, peningkatan kinerja para guru juga mendapat perhatian yang sangat besar dari pihak sekolah. Permintaan guru DPK senantiasa diajukan oleh kepala sekolah, namun sayang tidak selalu surat permohonan penempatan guru yang dikirim ke Depdikbud Provinsi atau Kanwil mendapatkan respon yang baik. Bahkan pada tahun 1994, pemerintah melalui Menpan menerbitkan surat keputusan yang berisi larangan pengangkatan guru-guru DPK.

Menyikapi keputusan Menpan tersebut, sekolah senantiasa bersikap positif. Dengan tekad melayani sebaik-baiknya, pihak manajemen sekolah selalu berupaya memberikan yang paling baik untuk para siswa. Status Disamakan ternyata membawa dampak yang sangat signifikan bagi akselerasi perkembangan SMA PGRI 1 Pemalang. Kepercayaan masyarakat dari hari ke hari selalu meningkat terlebih lagi pembenahan fasilitas pada sarana dan prasarana setiap tahun tidak pernah alpa dari kegiatan membangun.

Pesatnya pembangunan pada pengembangan sarana dan prasarana menembus angka yang benar-benar  menakjubkan.  Pada awal kepindahan ke  wilayah Kecamatan Taman, SMA PGRI 1 Pemalang hanya mampu membangun 5 lokal di bagian barat membujur dari utara ke selatan, dan ditambah 4 lokal di bagian selatan yang membujur arah barat ke timur. Namun, begitu jenjang akreditasinya meningkat  menjadi Disamakan pembangunan lokal menembus angka 18 . Jumlah ruangan kelas meningkat secara fantastis menjadi 18 rombongan belajar. Jumlah 18 rombongan belajar berjalan stabil beberapa tahun,  sehingga sukses ini mengantarkan karir Kepala Sekolah menuju ke Jepang. Pada tahun ajaran 1995/1996 Kepala Sekolah yakni Suwito, B.A. diangkat menjadi Kepala Sekolah Rakyat Indonesia di Jepang, dan digantikan oleh Soegiarto, B.A.

Foto SMA PGRI 1 Pemalang Tahun 2006

3.    Periode  Soegiarto, B.A.

Kepindahan Suwito, B.A. ke Jepang ternyata mengimbaskan energi positif di kalangan guru-guru SMA PGRI 1 Pemalang dan pengelola sekolah. Akselerasi pembangunan fisik sekolah kian tampak terpacu. Jumlah rombongan belajar (rombel) yang semula 18 dalam waktu yang sangat singkat meningkat menjadi 21 rombel. Penambahan jumlah rombel ini tentu saja diikuti oleh peningkatan kualitas anak-anak, baik dalam bidang akademik, olah raga maupun pengembangan dalam bidang seni, dan keterampilan.

Pada periode ini, dalam arsip prestasi sekolah tercatat berbagai kejuaraan dapat diraih oleh siswa-siswa SMA PGRI 1 Pemalang, terutama dalam bidang olah raga. Bahkan untuk cabang olah raga bola volley putra, dari tahun ke tahun selalu membukukan juara pertama pada setiap  even PORSENI. Prestasi bola volley putra, juga diimbangi oleh kemampuan olah fisik siswa putri. Namun prestasi putrid-putri SMA PGRI 1 Pemalang belum berbanding lurus dengan pencapaian prestasi siswa putra.

Dalam bidang seni, prestasi para siswa SMA PGRI 1 Pemalang juga cukup bias diandalkan. Tercatat ada berbagai piala yang dapat diraih dari bidang ini, seperti: lomba baca puisi, lomba menggambar poster, festival band, lomba mengarang. Semua prestasi yang diperoleh siswa-siswa tentu saja tidak lepas dari kerja keras dan ketelatenan para guru dalam memberikan bimbingan dan pelatihan.

Prestasi para siswa dalam bidang akademik tentu juga menjadi bagian dari upaya para guru untuk menyejajarkannya dengan prestasi bidang olah raga dan seni. Namun, sebagaimana pada umumnya kemampuan anak-anak sekolah swasta di daerah, kemampuan mereka di bidang akademik belum begitu menggembirakan. Lomba-lomba bidang mata pelajaran yang diikuti para siswa belum bisa membukukan prestasi yang sesuai dengan harapan sekolah.

Penambahan Rombel

Eksis dengan jumlah rombel 21, agaknya pihak manajemen sekolah semakin percaya diri. Guna mengakomodir keinginan masyarakat yang antusias menyekolahkan anak-anaknya di SMA PGRI 1 Pemalang, ditambahlah jumlah kelas atau rombongan belajar dari 21 menjadi 24 rombel. Penambahan jumlah rombel ini tentu saja semakin menguatkan posisi sekolah sebagai satu-satunya SMA  swasta yang paling diminati masyarakat pada periode ini. Status Disamakan juga menjadi semakin mantap sehingga kebanggaan siswa terhadap almamaternya juga kian meningkat. Ini juga diperkuat oleh bukti yakni pada setiap penerimaan siswa baru selalu menolak ratusan siswa. Tidak sedikit siswa yang harus menangis menghiba untuk dicatat sebagai siswa baru SMA PGRI 1 Pemalang, saat mereka gagal dalam PSB.

Wajah depan SMA PGRI 1 Pemalang pada saat Hari Guru 25 November 2009

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.